Postingan

Kumpulan puisi "Jaman Dulu "

Dan kamu sudah ku ucapkan itu untaian puisi pertama dan terakhir untukmu aku tak akan lancang dan tak akan lagi menggoreskan pena luka untuk berkisah tentang kita karang dilaut pun yang keras pasti akan terkikis jika terkena air laut setiap harinya tapi mengapa tidak dengan hatimu dan masih saja beku. dunia ... Apa kabar hatinya hari ini ? Masih kah sedikit senyum teruntai untukku masih kah bait rindu sampai di hatinya dekapan ini tak mungkin dapat merangkul bayangan nya ku kirim doa untuk selalu menjaga nya hati yang tak pernah terpatri tak semudah juga jatuh hati 25 Oktober 2015

Kumpulan Puisi Kelas Literasi Rajutan Aksara

* Malam Oleh : Syukur Mulyono Saat bulan tertutup awan .. Yang kulihat hanyalah bintang-bintang.. Untuk apa kau datang disaat ia sedang meredup.. Kemudian bintang pun menjawab.. Untuk menggantikanya disaat ia sedang tiada dan ku ingin menggantikan ia disisimu Rasa yg semu hanya akan datang tak kala ada sinar yg lebih terang menghampirinya.. Walaupun seribu kali kejora menggoda namun malam akan tetap setia menanti purnama , Karna ia tahu kemilau kejora takkan nampak sempurna saat purnama menyatu bersamanya (malam) * Pulang Bersama Kenangan Oleh : Muhammad Hilmi Hidayat Termenung diri di sudut sendu Menyisakan sejuta kenangan pilu Dulu kau datang tanpa rasa ragu Sekejap kau menghilang bersama angin lalu Hasrat hati kian menggundah Mengharap serpihan cinta terarah Namun lagakmu buatku sumarah Hingga atma memaksaku ‘tuk menyerah Hanya asmamu yang mampu kumiliki Menjadi pilar penjaga dalam memori Bukan hasrat cinta yang telah pergi Melainkan hati yang mulai terpa...

Doa dalam diam nya Cinta

Lirih, Aku mengadu tentang hati yang tiba tiba merindu Rindu kepada pemilik hati yang sebenarnya aku pun tak tau siapakah Dia Aku telah menutup hati, Jauh sebelum aku bertemu Dia, Pandangan ku tertunduk, pilu kurasa Aku tidak tau ingin memulai cerita ini darimana, Jika boleh kupinta jangan hadirkan Dia dengan segala rasa, Karena ku takut, Akan ada cinta yang tumbuh sebelum waktunya, Aku kembali memutar memoriku yang merekam sekelebat bayangan nya yang masih melekat pada pikiran Dan ada sesuatu yang tertinggal di hatiku, Satu kalimat sapa dari nya lewat pesan singkat, membuat ku melarikan jauh hayalku Padahal kalimat sapa dari Mu, Rabbi. Berkali kali ku abaikan. Aku tau aku salah, Hingga kau timpakan kekecewaan itu padaku, Tatapan itu, senyum manis nya, Panggilan untuk gadis senja, Itu semua hanya untuk hiburan bagiku semata, Cinta ku tidak pernah tumbuh di hatinya, Aku bukan terlambat, Memang aku harus tau ! Dia telah diciptakan untuk tulang rusuk gadis lain, Aku t...

Cerpen Kompetisi - Nulis buku.com

*Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com Secangkir kisah Si Hitam yang manis Sebenarnya aku bukan penggemar minuman hitam manis ini. Meski begitu bukan berarti aku tak pernah meminum nya apalagi membuatnya. Aku malah sering membuatnya di dapur dengan Emak. Bahkan aku sangat suka mendengar cerita menarik lainnya soal kopi. Minuman sederhana namun penuh arti. Lebih suka lagi jika meminumnya ketika hujan turun seperti pagi ini, hujan semalam yang tak kunjung reda yang menghantarkan banyak guyuran air pagi hari ini mengenangi halaman rumah membuat siapapun enggan beranjak dari tempat tidur bahkan untuk menyeduh secangkir minuman khas pagi hari. Cuaca yang dingin terbalut dengan seduhan hangat kopi menjadikan suasana sedikit nyaman. Dari macam-macam sachet kopi siap seduh aku lebih suka kopi “cap emak”. Iya, kopi asli racikan tangan Emak. Tubuhnya yang kian ringkih akibat usia bahkan keri...

Puisi "Berbisik" Suara hatiku pun bisu mengeja aksara terangkai Asma-Mu Hamba Sahaya yang lumpuh keimanan mengharap Ridho-Mu ya Rabb Tangan yang terus menengadah memohon ampun lekas deritaku Ribuan syair pengampunan merayu-Mu Memohon ampunan atas tindak perbuatan Yang tak kunjung tamat termakan waktu

Qoutes : " kebodohan tak lahir dari seorang pecundang namun juga kebodohan lahir dari orang orang yang lalai "

Pagi ini aku tak menemukanmu berjejer diantara sekawanan yang mampir lebaran dirumah budhe ku. Mungkin lewat namun tak ku perhatikan detailnya. Iya aku menemukan mu di masjid pagi ini saat kau mengumandangkan takbir. Lelaki muda seperti mu sangat jarang dilingkungan ku. Tentu saja di kota mu bisa dibilang kota para santri. Aku memang tak mendetailkan penampilan mu dari lekuk bahkan segalanya. Namun, entahlah bayangan mu begitu cepat terekam memoriku. Lelaki doraemon, iya hari ini lebaran pertama ku di kota reyog setelah hampir 7 tahun aku tak pernah singgah kemari. Hampir saja aku menolak untuk keluar bersilaturahmi. Andai aku tau, kau ada pasti ku iya kan. Aku mendadak kikuk melihatmu. Kau tentu juga menjadi bagian cinta dalam diam ku yang ku cintai sebatas punggung pula. Lelaki dengan koko putih dan kopyah yang serasi tentu menarik bukan. Sebentar aku tertarik pada lelaki aneh berjas hitam. Aku merasa aneh melihatnya. Seperti seorang imam besar jelas kau lulusan pesantren. Sempat aneh dengan ketidaksengajaan ketika ku tahu kamu adalah kakak lelaki si pemilik motor doraemon itu. Aku ingin mengenal. Tapi jika tuhan tak memberi kesempatan tak apa . Karena aku tak mau salah jatuh cinta pada lelaki. Dan berakhir kecewa karena tak memilih jalan yg ditentukan nya. Malah membuat alur dengan skenario sendiri