SEBUAH PUISI (Sumber foto : Pinterest) Senja itu bukan kamu Sudah pernah ku bilang diawal segala tetang senjaku Bukan lagi melulu soal dirimu dimasa lalu Tentang sebuah cinta yang tak pernah bisa ada Aku sudah belajar ikhlas seperti yang menjadi pintamu Kau sendiri kan yang bilang Kalo aku harus lebih tabah dari hujan bulan juni Yang puisinya pernah kau syairkan Lalu mencoba menguji lagi kesetian diri dengan sebuah janji Syair senjaku bukan lagi soal dirimu Yang selalu berkata kamu tak lagi pantas untukku Padahal akulah yang tak pernah bisa menepati hatimu Begitulah kamu sangat suka membolak-balik keadaan Aku t...
Postingan populer dari blog ini
PROSA LIRIS (sumber foto : pinterest) September Wish Ada kalanya sebuah kenyataan berbanding terbalik dengan impian Aku merajut kembali sisa-sisa harapan yang pernah dihancurkan Tertatih, gerakku tidak lagi normal Aku mulai beranjak untuk bangkit kembali setelah menerima sebuah penghianatan September wish, Jangan jadikan aku manusia yang manja Meski harus merangkak dulu biar kucoba agar aku tau bagaimana sebuah usaha Berdiri dikaki sendiri jauh lebih membuatku bahagia Ketimbang duduk bersimpuh merana memohon belas kasih dari yang terlara Katanya ada cinta disana Kuperbani luka dengan segala janji manisnya Lagi-lagi aku harus kecewa, kenyataannya masih sama saja Aku yang menderita dan kau jadi pemenangnya Aku tak ingin kesedihanku terserak sepanjang jalan kenangan Menutupi kepedihan dengan kepura-puraan yang dibalut tawa Berusaha tegar untuk orang lain Tetapi menyimpan patah hati sendirian untuk kesekian kali ...
Berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain! (Sumber foto : Google) Kau tau apa yang paling melelahkan? Yaitu membanding-bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain, padahal kamu tau setiap orang punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, punya prinsip hidup yang berbeda, punya sudut pandang berbeda bahkan segala ketentuan takdir jodoh, maut, rezeki setiap manusia juga berbeda-beda, dan percayalah meski terkadang dalam meraih sesuatu usaha kalian sama jika memang sudah takdir rezeki tidak akan lari kemana. Lantas jika sudah tau begitu, hal apa lagi yang mendasarimu untuk kembali menyimpan rasa iri hati? Itulah manusia, mereka terkadang lupa bahwa apa yang dimilikinya saat ini bisa jadi juga diinginkan oleh orang lain. Manusia terlalu bernafsu dan merasa kurang atas apa yang diterimanya. Melihat punya orang lain yang sedikit lebih dari apa yang dia miliki sudah membuat mata kita menjadi gelap, sampai gelapnya membuat pandangan buta dan ki...
Komentar
Posting Komentar